Home » 2013 » October

Monthly Archives: October 2013

Resume Praktikum Jaringan Komputer

Pada pertemuan praktikum sebelumnya (23-10-2013) telah dijelaskan bagaimana mengkonfigurasi Access Point Linksys. Kali ini saya akan me-review kembali apa saja yang didalam Access Point ini.

Konfigurasi Access Point ini dilakukan pada sebuah perangkat komputer. Pertama untuk mengakses Acces Point ini, kita hubungkan dahulu Access Point tersebut ke sebuah perangkat komputer dengan menggunakan kabel UTP tipe Straight. Setelah terhubung dengan komputer maka kita atur IP Address dari komputer tersebut dengan yang satu kelas dengan IP Address dari Access Point. Untuk Access Point yang sudah pernah dikonfigurasi sebelumnya, tinggal memasukkan IP Address nya ke kolom URL browser. Jika ternyata kita tidak tahu IP Address dari Access Point tersebut, kita bisa mengubah konfigurasinya menjadi default kembali dengan cara menekan tombol reset selama 10-20 detik sampai lampu indikatornya berkedip. IP Address default adalah 192.168.1.245.

image from : http://images.highspeedbackbone.net/itemDetails/L48/L48-2208/L48-2208-call1-yc.jpg

Setelah mengakses melalui browser, maka akan diminta memasukkan username dan password. Untuk defaultnya tinggalkan username kosong dan isi password dengan ‘admin’ tanpa kutip. Sekarang kita sudah berada di halaman konfigurasi Access Point. Didalam halaman ini terdapat berbagai macam yang kita bisa konfigurasi. Sekarang akan coba saya urutkan. Namun sebelum saya mengurutkan jangan lupa untuk menyimpan(save) konfigurasi jika telah mengubah konfigurasi dan akan berpindah ke tab lainya.

  • Setup
    Di bagian ini terdapat 2 sub-bagian yaitu:

    • Network Setup
      Disini terdapat nama dari Access Point, lalu ada tipe konfigurasinya. Tipe konfigurasi ini terdapat 2 macam yaitu Static IP dan DHCP. Untuk yang Static IP, kita bisa mengatur IP Address dari Access Point sesuai keinginan, sedangkan DHCP, IP Address-nya ditentukan oleh server.
    • AP Mode
      Disini ditampilkan pilihan untuk mode dari Access Point. Yang pertama adalah Access Point. Kedua AP-Client, mode ini bisa dibilang sebagai duplikasi dari Access Point lainya. Yang ketiga adalah Wireless Repeater, mode ini bertindak sebagai repeater. Dan yang terakhir merupakan Wireless Bridge, bertindak sebagai bridge.
  • Wireless
    • Basic Wireless Settings
      • Mode
        Pilih Mixed untuk memperbolehkan Wireless-G dan Wireless-B dalam jaringan tersebut. Pilih G-only khusus untuk produk Wireless-G. Pilih B-Only khusus untuk produk Wireless-B.
      • Netwrok Name (SSID)
        Nama dari jaringan Access Point.
      • Channel
        Pilih channel yang tersedia (1-11), hal ini bertujuan untuk menghindari tabrakan sinyal antar Access Point.
      • SSID Broadcast
        Pilih Enable agar SSID terlihat di range tertentu. Pilih Disable untuk menyembunyikan SSID.
      • Current Encryption
        Menamplikan metode enkripsi yang sedang digunakan Access Point.
    • Wireless Security
      Disini terdpat pilihan Security Mode yang bisa digunakan.

      • WEP
        Ada 2 level enkripsi yang bisa digunakan yaitu 40/64 bits(10 hex digits) atau 128 bits(26 hex digits).
      • WPA Personal
        Metode enkripsi yang digunakan adalah TKIP atau AES.
      • WPA2 Personal
        Merupakan pengembangan dari WPA Personal. Metode enkripsi yang digunakan adalah AES.
      • WPA2 Mixed
        Pengembangan dari WPA2 Personal dengan menggunakan metode enkripsi gabungan antara TKIP dan AES.
      • WPA Enterprise
        Pengembangan dari WPA2 Mixed, enkripsi yang digunakan TKIP atau AES. Terdapat fitur Radius.
      • RADIUS
        Menggunakan metode enkripsi seperti WEP, 40/64 bits atau 128 bits.
    • Wireless MAC Filter
      Berfungsi untuk mengizinkan atau memblok akses jaringan untuk perangkat komputer dengan MAC address terntentu.
    • Advanced Wireless Settings
  • Administration
    • Management
      Berfungsi untuk mengelola password dari Access Point (password pada saat pertama kali mengakses Access Point). Serta terdapat fitur Backup dan Restore.
    • SNMP
    • Log
      Untuk melihat log dari IP Address tertentu.
    • Factory Defaults
      Berfungsi untuk mengembalikan konfigurasi ke awal (Sama seperti tombol reset do belakang).
    • Firmware Upgrade
      Untuk memperbarui firmware.
  • Status
    • Local Network
      Didalamnya terdapat informasi seperti Firmware Version, MAC Address, IP Address, Subnet Mask, Default Gateway dari Access Point.
    • Wireless Network
      Menampilkan informasi yang sedang dijalankan dari jaringan. Seperti MAC Address, Mode dari Access Point, Network Name, Channel, Security, SSID Broadcast.

Referensi :

http://downloads.linksys.com/downloads/userguide/1224638675572/WAP54G_V30_UG_A-WEB,0.pdf

 

Review Seminar Internasional

Narasumber : Mr. Lim Cher Ping dari The Hong Kong Institute of Education

Judul : E-Portfolios in the Development of “Learning how to learn” Competencies

 

Pada kesempatan kali ini sang narasumber mempresentasikan apa itu yang disebut E-Portofolio. E-Portofolio ini merupakan sebuah sarana layaknya social media namun lebih dikhususkan untuk tujuan edukasi. Pengenalan E-Portofolio ini dicontohkan dengan menggunakan Mahara. Mahara sendiri merupakan website yang telah terpasang sistem E-Portofolio. Dengan menggunakan Mahara ini, Mr Cher memperkenalkan beberapa fitur dari E-Portofolio. Seperti link jurnal, video, dan lain-lain.

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa penggunaan E-Portofolio ini seperti social media contohnya Facebook, hanya saja konten yang diolah itu merupakan Protofolio kita. Contohnya seperti materi-materi yang sedang kita tekuni, penghargaan digital, sampai hasil karya kita. Dengan begitu E-Portofolio ini dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan dari Mahasiswa, Dosen hingga Stafnya.

Beberapa efek yang dihasilkan dengan adanya E-Portofolio :

  • Mahasiswa dapat mendokumentasikan nilai yang diraih dalam E-Portofolio
  • Mahasiswa dapat mengumpulkan tugas mereka ke E-Portofolio
  • Mahasiswa dapat mengembangkan akademiknya dengan masukan-masukan yang didapatnya
  • Mahasiswa dapat menampilkan proses pembelajaran mereka serta hasilnya melalui media elektronik, baik berbentuk teks, gambar, ataupun video.

Dengan E-Portofolio diharapkan para mahasiswa mampu mengelola  dan mengorganisir kegiatan pembelajaran mereka serta meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan masukan-masukan saran yang mereka terima dari dosennya.

 

Narasumber : Prof. Zainal. A. Hasibuan, Ph.D

Judul : ICT Trends and Computer Science Education

 

Untuk seminar yang kedua ini, topik yang dibahas adalah perkembangan dari dunia ICT dan Pendidikan Ilmu Komputer. Di Indonesia sendiri peran ICT itu sangat berpengaruh disegala bidang. Prof. Zainal menjabarkan beberapa poin :

  • ICT itu penting bagi infrastruktur masyarakat
  • ICT merupakan pemicu pertumbuhan dan produktifitas ekonomi
  • ICT merupakan sektor strategis dan aset yang bernilai bagi pemerintah

Untuk mempelajari ICT ini kita tidak bisa menekuni suatu teknologi saja, perkembangan ICT ini sangat cepat sehingga menuntut kita untuk mengikuti perkembangan teknologi agar apa yang kita pelajari akan berguna.

Sedangkan untuk Pendidikan Ilmu Komputer, beliau menjelaskan akan bahaya dari dunia cyber. Sebagai contoh mulai menghilangnya unsur-unsur budaya Indonesia. Hal tersebut memotivasi beliau untuk membuat game yang berdasarkan budaya Indonesia. Game tersebut terinspirasi dari game yang sudah ada yaitu Sim City.

Perintah Dasar Linux [Ubuntu]

Beberapa perintah dasar dari Ubuntu :